Love Yourself [MinYoon ver.]
Hujan.
Saat dimana sang langit yang agung menunjukkan kelemahannya.
Saat dimana sang bumi meraung akan sentuhan kecil air mata dari empyrian biru yang begitu luas.
Juga—
Saat dimana Min Yoongi akan menghabiskan waktunya menangis.
Mendekap kedua kakinya yang ringkih, menenggelamkan wajah pada kedua lipatan lengan yang bertumpu lutut, membiarkan bahu sempitnya berguncang akan tiap sengguk tangisnya yang tertahan.
Membiarkan hatinya kembali dihina dalam balut kenangan akan bayangannya.
Yoongi rindu akan sosoknya.
Wajahnya, lengkung senyumnya, sentuhan hangat tangannya, pelukannya yang erat, aroma tubuhnya yang segar seperti paduan citrus dan musim panas, serta punggung tegap yang terlihat begitu kokoh. Seolah memang tugasnya lah untuk melindungi Yoongi, hingga ia berani bersumpah; bahwa ia tidak pernah merasa sebegitu dicintai hingga ia bertemu dengannya.
.
.
.
Hujan;
Saat pertama kali ia bertemu dengan sosok pria yang merenggut hatinya.
Mengubah kelok asmaranya, menawan pandangannya akan sosok pemuda Busan yang begitu ia damba hingga nyaris gila.
Yoongi rindu. Rindu sekali.
Sebuah ironi yang sungguh sakit,
Ketika dimana hujan—yang mempertemukannya dengan pria dambaannya, haruslah yang menjadi pemisah keduanya.
"Aku—Jimin,"
Yoongi menarik nafasnya sekali lagi.
Biarlah hujan hari ini, berakhir sama dengan hujan biasanya.
Dimana ia akan bersembunyi, dan menenggelamkan diri dalam sosok pemuda menyedihkan yang begitu mendamba.
Kembali memanggil namanya; dengan harap agar ia bisa kembali walau cuma sesaat.
Bangsatnya, Park Jimin pergi.
Bersamaan dengan namanya yang perlahan menggerogoti akal sehatnya, terukir permanen pada hatinya.
.
.
.
Dan sekali lagi, biarkan Min Yoongi kembali meniti harapan.
Kala ia mengangkat wajah seiring suara gemericik hujan yang perlahan menipis dari pendengarannya.
Kala dingin itu tidak lagi menusuk.
Dan kala netranya menatap sosoknya sekali lagi.
Menangkap gambarannya yang begitu visual.
Indah dan gagah struktur punggungnya yang berdiri tegap berbalut hoodie kelabu yang dulu sekali kerap Yoongi curi tiap kali mereka bermalam bersama.
Sialnya, Yoongi masih tidak bisa lupa.
Dan debaran jantungnya pun tidak bisa berbohong.
Bahwa ia sangat sangat sangat ingin menyentuhnya.
"J-Jimin—"
Sayangnya, Min Yoongi harus kembali runtuh.
Kala pemuda itu berbalik menghadapnya, dan menatapnya lurus. Menguncinya dalam satu pandangan yang membuat nafas Min Yoongi tercekat, dan jemarinya bergetar.
Tidak ada cinta.
Tidak ada Park Jimin.
Yang ada hanyalah kekosongan,—dan sebuah penggambaran jelas akan tidak adanya alasan untuk kembali mencinta.

Minyoon sad ver ya kak 😭😭 chimchim kenapa gitu ke teteh yoongi 😭😭
ReplyDeleteMasa ini kyk visual masa lalu minyoon yang di ff kakak yang bali ��������
ReplyDeleteHuhuhu sedih😭
ReplyDeleteMo jahad sumpa jahad TT
ReplyDeleteWaee sad waeee TT
Mentang² ujan ujan ni :""")
sedih banget TT
ReplyDeleteHueee jimin kok gitu sihh yoongi kuhhhh😭😭
ReplyDelete